Sabtu, 15 Agustus 2015

Percaya Akan Adanya Jin


بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا..

ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ؛ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ، ﻳﺤﻴﻰ ﻭ ﻳﻤﻴﺖ ﻭ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ ﻭ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﻭ ﺍﻟﻤﺼﻴﺮ .. 

ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭ ﺃﺩﻯ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ، ﻭ ﻧﺼﺢ ﺍﻷﻣﺔ ﻭ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻐﻤﺔ ، ﻭ ﺟﺎﻫﺪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺭﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ .. 

أما بعد...

Ikhwany fillah... Rohimany wa RohimakumuLlah...

Allah azza wa jalla berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku". (QS. Adz Dzariyat : 56)

Rasulullah ص bersabda,

ﺧﻠﻘﺖ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﻭ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﺠﺎﻥ ﻣﻦ ﻣﺎﺭﺝ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ ﻭ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻡ ﻣﻤﺎ ﻭ ﺻﻒ ﻟﻜﻢ ( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ )

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala, dan Adam diciptakan dari apa yang kalian sifati (tanah)". (HR. Muslim)

Dari dua dalil di atas, kita sebagai orang yang beriman WAJIB hukumnya untuk mengimani bahwa selain manusia, Allah juga telah menciptakan makhluk yang bernama JIN.

Tidak boleh kita alergi serta anti dengan beranggapan bahwa jin dan dunianya itu hanyalah cerita fiktif yang tak bisa dicerna akal sehat.

Sebaliknya kita juga tidak dibenarkan terlalu paranoid dengan permasalahan jin ini, sehingga kita malah terjebak dengan tipuan-tipuan serta makar mereka yang ingin menyeret kita kepada kesyirikan.

Apa Perbedaan Jin, Setan dan Iblis

Ikhwany fillah... Rohimany wa RohimakumuLlah...

💥1. Jin

Makhluk ini dinamakan jin, karena memiliki sifat ijtinan ( ﺍﺟﺘﻨﺎﻥ ), yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan.

Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata.

Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal :

✅a. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu,

✅b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat (taklif), sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

Sedangkan perbedaan jin dengan manusia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa kelihatan dan tidak.

2. Setan

Setan dalam bahasa Arab berasal dari kata "syathona" yang berarti "ba'uda" (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran).

Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap makhluk berakal yang durhaka dan membangkang (kullu 'aat wa mutamarrid).

Pada awalnya istilah setan (syaitan) ini diberikan kepada salah satu golongan jin (Iblis) yang beribadah kepada Allah dan tinggal bersama dengan malaikat di dalam surga.

Akan tetapi ketika mereka menolak untuk sujud kepada Adam karena membangkang kepada perintah Allah, maka dia diusir dari surga dan sejak itu ia menjadi makhluk yang terkutuk sampai hari kiamat kelak.

Tidak semua jin adalah Setan (syaitan), karena jin juga ada yang shaleh dan ada yang mukmin.

Jadi setan hanyalah ditujukan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst).

Demikian juga tidak semua setan adalah jin, karena dalam surat an-Nass ditegaskan, bahwa setan juga ada dari golongan manusia.

Allah ﷻ berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,

ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱ

“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan manusia”. (QS. An-Nass: 6).

Setiap manusia yang membangkang, durhaka dan selalu menjauhkan manusia lainnya dari petunjuk Allah, mereka dinamakan syaithan.

Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Aku datang kepada Nabi ص dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau mengatakan, “Wahai Abu Dzar! Apakah kamu sudah shalat?”

Aku jawab, “Belum”.

Beliau mengatakan, “Bangkit dan shalatlah”.

Aku pun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata, “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin”.

Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?”

Beliau menjawab : “Ya”.

Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini : “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)

3. Iblis

Adapun Iblis berasal dari kata "al-balas" yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira 'indah), atau dari kata "ablasa" yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara).

Disebut iblis (putus asa) karena mereka merasa putus asa dengan rahmat Allah, juga disebut iblis lantaran mereka tidak pernah berbuat kebaikan sedikitpun.

Iblis adalah termasuk ke dalam golongan jin dan iblis juga memiliki keturunan.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : 'Sujudlah kamu kepada Adam', maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim". (QS. Al-Kahf : 50)

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dst.

➿➿➿➿➿➿
copaste by www.AinuRofik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar